Pacaran
istilah A, pacaran merupakan proses menuju pernikahan
Untuk
pacaran istilah ini, digunakan pada zaman dahulu yang tidak berlaku pada zaman
sekarang namun masih ada sebagian (sedikit) orang yang menerapkan istilah ini.
Istilah ini juga dari sejarah pacaran yang tadi. Menurut bahasa Jawa kuno,
pacar artinya adalah "calon pengantin" sehingga kata
"pacaran" berarti aktivitas yang dilakukan calon pengantin sebelum
pernikahan. Ini diambil berdasarkan sejarah pacaran yang tadi. Pada dasarnya,
tujuan pacaran itu sama dengan ta'aruf, yaitu perkenalan antara dua insan dalam
pencarian kecocokan pasangan hidup untuk berkeluarga. Prosesnya juga hanya tiga
bulan, sama seperti ta'aruf. Pengertian pacaran menurut wikipedia yang saya
copas :
"Pacaran
merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam
rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal
dengan pernikahan. Pada kenyataannya, penerapan proses tersebut masih sangat
jauh dari tujuan yang sebenarnya. Manusia yang belum cukup umur dan masih jauh
dari kesiapan memenuhi persyaratan menuju pernikahan telah dengan nyata
membiasakan tradisi yang semestinya tidak mereka lakukan."
Nah, sudah jelas kan jadi yang namanya pacaran itu tujuannya adalah untuk "menikah" bukan untuk main-main. Untuk aktivitas pacaran itu sendiri bukan dengan jalan berduaan, gandengan, dan lain sebagainya yang biasa dilakukan anak muda zaman sekarang.
"Tradisi pacaran memiliki variasi dalam pelaksanaannya dan sangat dipengaruhi oleh tradisi individu-individu dalam masyarakat yang terlibat. Dimulai dari proses pendekatan, pengenalan pribadi, hingga akhirnya menjalani hubungan afeksi yang ekslusif. Perbedaan tradisi dalam pacaran, sangat dipengaruhi oleh agama dan kebudayaan yang dianut oleh seseorang. Menurut persepsi yang salah, sebuah hubungan dikatakan pacaran jika telah menjalin hubungan cinta-kasih yang ditandai dengan adanya aktivitas-aktivitas seksual atau percumbuan. Tradisi seperti ini dipraktikkan oleh orang-orang yang tidak memahami makna kehormatan diri perempuan, tradisi seperti ini dipengaruhi oleh media massa yang menyebarkan kebiasaan yang tidak memuliakan kaum perempuan. Sampai sekarang, tradisi berpacaran yang telah nyata melanggar norma hukum, norma agama, maupun norma sosial di Indonesia masih terjadi dan dilakukan secara turun-temurun dari generasi ke generasi yang tidak mememiliki pengetahuan menjaga kehormatan dan harga diri yang semestinya mereka jaga dan pelihara."
Tuh kan, wikipedia sudah menyadarinya kalau makna pacaran zaman sekarang itu sudah jauh dari makna yang sebenarnya. Karena prosesnya hanya mengenal saja, tidak perlu pakai jalan berdua, romantis-romantisan, dsb. Dengan ngapel aja itu udah cukup sebetulnya. Tahu ngapel kan? Jadi si cowok main ke rumahnya cewek pada malam minggu untuk bertemu keluarganya lalu mengobrol. Zaman dahulu, pacaran hanya sebatas seperti ini saja.
Pacaran isitilah A, adalah makna pacaran yang paling benar. Namun sayang, istilah ini hanya berlaku pada zaman dahulu saja. Sedikit sekali orang yang mengetahui arti dari istilah ini dan terkadang istilah ini ditolak mentah-mentah oleh istilah pacaran lain yang berlaku pada zaman sekarang.
Nah, sudah jelas kan jadi yang namanya pacaran itu tujuannya adalah untuk "menikah" bukan untuk main-main. Untuk aktivitas pacaran itu sendiri bukan dengan jalan berduaan, gandengan, dan lain sebagainya yang biasa dilakukan anak muda zaman sekarang.
"Tradisi pacaran memiliki variasi dalam pelaksanaannya dan sangat dipengaruhi oleh tradisi individu-individu dalam masyarakat yang terlibat. Dimulai dari proses pendekatan, pengenalan pribadi, hingga akhirnya menjalani hubungan afeksi yang ekslusif. Perbedaan tradisi dalam pacaran, sangat dipengaruhi oleh agama dan kebudayaan yang dianut oleh seseorang. Menurut persepsi yang salah, sebuah hubungan dikatakan pacaran jika telah menjalin hubungan cinta-kasih yang ditandai dengan adanya aktivitas-aktivitas seksual atau percumbuan. Tradisi seperti ini dipraktikkan oleh orang-orang yang tidak memahami makna kehormatan diri perempuan, tradisi seperti ini dipengaruhi oleh media massa yang menyebarkan kebiasaan yang tidak memuliakan kaum perempuan. Sampai sekarang, tradisi berpacaran yang telah nyata melanggar norma hukum, norma agama, maupun norma sosial di Indonesia masih terjadi dan dilakukan secara turun-temurun dari generasi ke generasi yang tidak mememiliki pengetahuan menjaga kehormatan dan harga diri yang semestinya mereka jaga dan pelihara."
Tuh kan, wikipedia sudah menyadarinya kalau makna pacaran zaman sekarang itu sudah jauh dari makna yang sebenarnya. Karena prosesnya hanya mengenal saja, tidak perlu pakai jalan berdua, romantis-romantisan, dsb. Dengan ngapel aja itu udah cukup sebetulnya. Tahu ngapel kan? Jadi si cowok main ke rumahnya cewek pada malam minggu untuk bertemu keluarganya lalu mengobrol. Zaman dahulu, pacaran hanya sebatas seperti ini saja.
Pacaran isitilah A, adalah makna pacaran yang paling benar. Namun sayang, istilah ini hanya berlaku pada zaman dahulu saja. Sedikit sekali orang yang mengetahui arti dari istilah ini dan terkadang istilah ini ditolak mentah-mentah oleh istilah pacaran lain yang berlaku pada zaman sekarang.
Mungkin ini
dili gan…
Nah besok kita lanjut ke pacaran istilah B…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar